Di Musim Covid 19 Jelang Pilkada KPUD Karawang Harus Lakukan Rapid Test Anggota KPUD Ini Saran Andri Kurniawan

BN Karawang – Agenda Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak Tahun 2020 yang terkendala Pandemi Covid – 19 atau wabah Virus Corona. Sehingga proses tahapan sempat terhenti dan harus di tunda untuk sementara waktu sambil mempersiapkan formulasi baru.

Sebelumnya Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) bersama Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) mempersiapkan 3 opsi penundaan Pilkada serentak. Di mana opsi kesatu akan di laksanakan pada 9 Desember Tahun 2020, opsi kedua di laksanakan pada 17 Maret 2021 dan opsi ketiga pada 29 September 2021.

Hingga akhirnya ketiga lembaga tersebut menyepakati dan memutuskan opsi kesatu, dan untuk tahapan di mulai kembali pada 15 Juni 2020 lalu. Walau pun situasi belum benar – benar normal dan masih sangat dinamis dan berubah – rubah.

Menyikapi dengan tetap di gelarnya Pilkada dalam situasi pandemi yang belum benar – benar normal. Pemerhati politik dan pemerintahan, Andri Kurniawan mengatakan bahwa ketiga lembaga tersebut spekulasinya dalam menspekulasikan segala macam resikonya terhitung sangat berani.

“Karena memang di satu sisi untuk Pilkada ini sudah menjadi agenda yang terjadwalkan sejak lama, dan memang sudah menjadi agenda Negara. Namun di sisi lain keselamatan serta kesehatan masyarakat jauh lebih penting di bandingkan agenda – agenda politik dan agenda Pemerintah lainnya.”, Ujar Andri.

“Ya mungkin segala sesuatunya sudah benar – benar di perhitungkan serta di pertimbangkan secara matang. Memang yang saya perhatikan, untuk Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Karawang juga sudah melakukan langkah – langkah antisipasi dengan mempersiapkan Alat Pelindung Diri (APD) untuk seluruh petugas pelaksana pemilihan.”, Jelasnya.

“Tetapi saya melihat, jika hanya melengkapi petugas dengan APD saja saya anggap masih belum cukup. Ada baiknya, bahkan mungkin menjadi wajib bagi Pemerintah dan KPU untuk melakukan antisipasi lain yang tidak kalah pentingnya. Yaitu pemeriksaan kesehatan petugas, setidaknya lakukan Rapid Test.”, Saran Andri.

“Karena Rapid Test merupakan metode skrining awal untuk mendeteksi antibodi, yaitu IgM dan IgG, yang di produksi oleh tubuh untuk melawan virus Corona. Antibodi ini akan di bentuk oleh tubuh bila ada paparan virus Corona.”, Ungkapnya.

“Kenapa Rapid Test saya katakan menjadi penting? Agar Tempat Pemungutan Suara (TPS) tidak menjadi cluster baru penyebaran Virus Corona. Karena tidak menutup kemungkinan, sekali pun petugas pelaksana pemilihan tidak terinfeksi, bisa saja dari masyarakat ada yang menjadi carrier atau pembawa Virus Corona.”, Terang Andri.

Andri juga menegaskan. “Masalahnya kan sekarang ini banyak di temukan yang terinfeksi tapi tanpa gejala, atau biasa di sebut dengan Orang Tanpa Gejala (OTG). Iya kalau petugas pelaksana pemilihan atau masyarakat lainnya memiliki tingkat imun yang kuat, kalau tidak kan jadi bahaya.”,

“Jadi saya mendesak KPUD Karawang dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang agar menambah anggaran untuk melakukan Rapid Test. Ini semua demi keselamatan bersama.”, Pungkasnya.

Post Author: agung brantas