IKD Berikan Dukungan Kepada Kades Sukaluyu Terkait Aksi Premanisme Terhadap Masyarakat Dan Perangkat Desanya

BN Karawang – Penghadangan secara brutal terhadap aksi damai masyarakat dan lembaga desa Sukaluyu, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang pada 4 Oktober 2021 berbuntut panjang. Selain adanya upaya hukum yang ditempuh oleh korban penyerangan yang mengakibatkan luka – luka dan luka sabetan senjata tajam.

Para Kepala Desa (Kades) se Telukjambe Timur, dibawah Ikatan Kepala Desa (IKD) memberikan dukungan moril untuk Sukaluyu. Sebagai bentuk solideritas, para Kades juga membuat pernyataan sikap atas perbuatan para pelaku dan otak dibalik para pelaku penyerangan terhadap masyarakat dan lembaga Desa Sukaluyu.

Bertempat disalah satu rumah makan, 9 Kades berkumpul memberikan dukungan moral, sekaligus meminta pihak aparat berwenang agar sesegera mungkin mengungkap serta memproses para pelaku beserta otak penyerangan yang memakan korban dan kerugian materi berupa kendaraan bermotor.

Sebagai pihak yang masyarakat dan lembaga Desanya menjadi korban, Kades Sukaluyu, Hj. Lina Herlina berpendapat, bahwa dirinya tidak akan membiarkan tindakan premanisme dilingkungannya, “Apa salah masyarakat dan lembaga Desa saya, sehingga diperlakukan dengan cara – cara kejam seperti itu,”

“Hanya saja, saya merasa terharu dan berbesar hati dengan adanya kepedulian serta solideritas para Kades lainnya yang sudah memberikan dukungan yang dituangkan dalam bentuk surat pernyataan sikap hari ini. Tentunya ini menjadi spirit bagi masyarkat dan lembaga Desa Sukaluyu,” Ungkapnya.

Masih ditempat dan waktu yang sama, Kades Wadas, H. Junaedi mengatakan, “Kebersamaan ini perlu dibangun dan harus terus dijaga, karena dengan soliditas seperti ini, Pemerintah Desa (Pemdes) bisa menjadi kuat dan tidak dilecehkan oleh pihak – pihak yang tidak bertanggung jawab,”

Haeron Endang R selaku Kades Sirnabaya menambahkan, “Saya sepakat dengan statement pak Kades Wadas. Penyerangan, pengeroyokan dan pengrusakan yang menimpa warga dan lembaga Desa Sukaluyu merupakan bentuk tindakan kriminal secara brutal, dan sudah melecehkan masyarakat serta lembaga Desa. Hal ini membuat ketersinggungan bagi kami semua para Kades, karena kalau dibiarkan bisa menimpa pada yang lainnya juga,”

“Untuk itu, kami mendesak bapak Kapolres Karawang agar mengintrusikan secara cepat kepada jajarannya, supaya dapat mengusut dan menangkap para pelaku beserta otak dibelakang perbuatan para pelaku tersebut,” Tandasnya.

“Selain itu, kami pun meminta sekaligus mendesak ibu Bupati, agar sesegera mungkin untuk mengeluarkan kebijakan dalam bentuk produk regulasi untuk mengatur tentang pengelolaan limbah. Seperti halnya yang pernah dilakukan oleh Bupati Dadang S Muchtar,” Pungkasnya.

Post Author: agung brantas