Ketua DPC PDI Perjuangan Karawang Bersama Pengurus Buat Laporan Pembakaran Bendera Partai Di Polres Karawang

BN KARAWANG- Setelah adanya keluar surat Perintah Harian Ketua Umum PDI Perjuangan dan instruksi Ketua DPD PDIP Jabar yang memutuskan untuk menindaklanjuti masalah pembakaran bendera PDI Perjuangan melalui jalur hukum, pengurus DPC PDIP Karawang langsung bergerak datangi Polres Karawang untuk menuntut pelaku pembakaran bendera PDIP ditangkap

“Mendorong jajaran Kepolisian Negara untuk melakukan pengusutan dan penangkapan terhadap pelaku pembakaran dan dalang pembakaran bendera serta para donaturnya,” kata Ketua DPC PDIP Karawang, Taufik Ismail, kepada wartawan usai membuat laporan di Polres Karawang, Jumat (26/6/2020).

Menurut Kang Pipik, sapaan akrabnya, pembakaran bendera dan lambang PDI Perjuangan merupakan bentuk anarkisme sekelompok masyarakat serta tindakan kejahatan terhadap demokrasi yang tidak dibenarkan.

Maka pada hari ini Jumat (26/6/2020), dirinya bersama seluruh kader dan simpatisan PDI Perjuangan yang tergabung dalam perwakilan yang terdiri dari pengurus partai, badan dan sayap partai perwakilan dari 30 Kecamatan dan 309 desa/kelurahan se-Kabupaten Karawang yang dalam suasana pandemik Covid-19 dengan tetap mengikuti protokol kesehatan menyampaikan sikap tegas meminta agar pelaku pembakaran bendera PDIP wajib diproses hukum.

“Dalam video berdurasi 02.33 yang viral, sekelompok pendemo berteriak “bakar PKI” dengan membakar bendera dan lambang PDI Perjuangan adalah tindakan fitnah yang teramat keji dan wajib diproses hukum,” tegasnya.

Ia pun mengajak kepada seluruh elemen masyarakat kebangsaan untuk bersama-sama melawan bentuk anarkisme dari kelompok pemecah belah bangsa. Cukup sudah 350 tahun kolonialisme bercokol di Indonesia dan bangsa Indonesia tidak mau lagi kembali pada era adu domba.

“Segala silang pendapat tentang RUU HIP diselesaikan secara mekanisme ketatanegaraan, sesuai konstitusi Negara,” pungkasnya.

Redaksi

Post Author: agung brantas