Soal Jalan Puncak Sempur , Ini Tanggapan Ade Tokoh Masyarakat Setempat

BN Karawang – Polemik peningkatan jalan Puncak Sempur di Desa Cintalaksana, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Karawang terus bergulir. Banyak pihak yang mengira proyek yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tersebut tidak terlalu pro rakyat. Karena masih banyak yang harus jadi prioritas pembangunan lainnya.

Tak tanggung – tanggung, mantan Wakil Bupati (Wabup) Karawang, H. Ahmad Jamaksari atau yang biasa disapa kang Jimmy juga ikut mengkritisinya, sampai dirinya mempertanyakan. Apa kah proyeksi APBD untuk jalan Puncak Sempur tertuang dalam RPJMD atau tidak?

Sedangkan tokoh masyarakat yang juga sebagai mantan Kepala Desa (Kades) 2 periode Cintalaksana, Ade Witarsa mengungkapkan, bahwasanya upaya pembukaan akses jalan Puncak Sempur bukan hanya dilakukan sekarang ini, melainkan sejak Tahun 2009, “Saya bersama masyarakat membuka akses jalan dengan menggunakan dana pribadi dan swadaya masyarakat, yang selanjutnya baru dicover oleh Dana Desa,”

“Saya harap tidak ada lagi yang memframing isu atau opini peningkatan jalan Puncak Sempur ini demi untuk kepentingan kelompok tertentu, apa lagi personal seseorang. Karena perjuangan kami warga Desa Cintalaksana bukan perjuangan yang mudah untuk bisa membuka akses jalan tersebut,” Ungkap Ade, Kamis, (09/09/2021).

Diuraikannya, “Bahkan jalan Puncak Sempur tidak hanya bermanfaat untuk warga satu Desa saja, melainkan juga sangat bermanfaat bagi warga Dusun Gunung Bubut, Desa Cintawargi. Kemudian, sekira 1 Kilo Meter dari Puncak Sempur ada yang namanya Kampung Calingcing, sebelumnya belum masuk listrik, tapi ketika dibuka akses jalan, warga setempat dapat menikmati aliran listrik,”

Ketua Paguyuban Sempur Sejahtera juga menambahkan, “Tak hanya itu, pada Tahun 2019 yang namanya Puncak Sempur ini sempat masuk 5 besar tingkat Nasional untuk destinasi wisata melalui voting kategori ketinggian dengan tim penilai dari unsur akademisi setingkat guru besar atau yang biasa disebut sebagai Profesor, yang mereka hargai adalah upaya dan proses yang dilakukan oleh masyarakat yang memiliki tekad untuk dapat mengembangkan potensi wisata di Desanya,”

“Saya berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang tidak mengurungkan niatnya untuk terus mengalokasikan pembangunan ke daerah tertinggal seperti didaerah kami ini. Jika selama ini pembangunan hanya fokus dilakukan diwilayah perkotaan. Sekarang dengan kemampuan APBD yang besar, sudah saatnya kami yang berada dipinggiran kota untuk dapat menikmati pembangunan, yang notabene kami juga berkontribusi kepada APBD dalam bentuk pajak,” Tandasnya.

“Terlepas dari opini dan isu soal kepentingan kelompok dan perorangan pejabat serta pengusaha, hal itu jangan dijadikan dasar oleh Pemkab Karawang untuk menunda apa lagi sampai menghentikan alokasi APBD dilingkungan kami, khususnya bagi ibu Bupati dalam membuat kebijakan anggaran. Kami juga masyarakat yang harus mendapat perlakuan sama dengan masyarakat diwilayah perkotaan dalam hal pembangunan,” Jelas Ade.

“Ada pun mengenai opini kepentingan pejabat dan pengusaha, kami selaku masyarakat Desa Cintalaksana menganggap itu sesuatu hal yang sangat subjektif. Jangan sampai lantaran opini tersebut, akhirnya mengorbankan kepentingan masyarakat banyak. Sebab dilokasi Puncak Sempur, banyak sekali perkebunan milik warga yang harus ditopang dengan infrastruktur jalan, supaya mobilitas pertanian dapat berjalan dengan lancar. Selain itu, dengan infrastuktur yang baik, aspek – aspek perekonomian lainnya juga dapat berkembang,” Pungkasnya.

Post Author: agung brantas